DEVELOPMENT OF THE PANDARATAN BEACH TOURISM OBJECT IN CENTRAL TAPANULI REGENCY

Authors

  • Nurul Umniyyah Tarihoran Author

Keywords:

Development, Tourist Attractions, Landing Beaches

Abstract

The purpose of this study is to determine how development efforts are carried out on these tourist attractions, as well as to identify the supporting and inhibiting factors in the development process. The data analysis technique used is qualitative descriptive data analysis. The informants were the Tourism Development Staff at the Tapanuli Tengah Regency Tourism Office, the Village Head of Pondok Batu, the Chairman of the Tourism Development Group (Pokdarwis), visitors, the community, and traders at Pandaratan Beach. The results of the study show that development is carried out collaboratively between the government, Pokdarwis, the private sector, and the community. Various facilities such as a prayer room, public bathrooms, and tourism management training have been provided. However, development is still hindered by poor road access, insufficient supporting facilities such as clean water, low community participation, and the presence of illegal fees. This study concludes that although Pandaratan Beach has strong natural attractions and continues to see an increase in the number of visitors, its development has not yet been fully maximized and still requires professional and sustainable management.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Dinas Pariwisata Kabupaten Tapanuli Tengah. (2024). Data tahunan kunjungan wisata di lokasi objek wisata Kabupaten Tapanuli Tengah tahun 2024.

Gustiana, R., dkk. (2022). Pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia (suatu kajian literatur review ilmu manajemen sumber daya manusia). Jurnal Ekonomi, Manajemen, dan Sistem Informasi, 3(6), 659.

Heryati. (2019). Potensi pengembangan objek wisata Pantai Tapandullu di Kabupaten Mamuju. Jurnal Ilmiah Ekonomi Pembangunan, 1(1), 56–74.

Kamus Besar Bahasa Indonesia. (2021). Kembang. KBBI Daring.

Kastolani, W. (2008). Pengembangan wisata terpadu berdasarkan daya tarik kawasan konservasi di Kecamatan Cimenyan. Geografi, 8(1), 12.

Khotimah, K., dkk. (2017). Strategi pengembangan destinasi pariwisata budaya (studi kasus pada kawasan Situs Trowulan sebagai pariwisata budaya unggulan di Kabupaten Mojokerto). Jurnal Administrasi Bisnis, 41, 59.

Pariyanti, E., dkk. (2020). Objek wisata dan pelaku usaha (Dampak pengembangan objek wisata terhadap ekonomi masyarakat). Surabaya: Pustaka Aksara Redaksi.

Puansah, I. (2017). Manajemen Pengembangan Pariwisata Daerah. 15.

Puansah, I. (2024). Studi Literatur : Politik Uang Dalam Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia. 8, 778–787.

Puansah, I. (2025). Praktik Nepotisme pada Pemerintahan Desa.

Puansah, I., & Parapat, N. (n.d.). Kampanye Hitam Pada Pemilihan Kepala Daerah di Indonesia. 8(1), 1396–1406.

Puansah, I., Parapat, N., Pulungan, D., & Siregar, Y. (2023). Pelayanan Publik Pada Pemerintah Desa Di Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara Kota Padangsidimpuan. Jurnal Ilmiah Muqoddimah : Jurnal Ilmu Sosial, Politik, Dan Humaniora, 7(1), 255. https://doi.org/10.31604/jim.v7i1.2023.255-260

Puansah, I., Pulungan, D. S., Nurpaisah, Y., Wahyuni, D., Gultom, A. W., & Ramadhani, L. (2023). Kebijakan Pemerintah Desa Terhadap Pencegahan Stunting Di Desa Pagaran Gala-Gala Kecamatan Panyabungan Selatan. 7, 532–537.

Puansah, I., Pulungan, D. S., & Sahbana, A. (2024). Politik Identitas Pada Pemilihan Kepala Desa. Jurnal Ilmiah Muqoddimah : Jurnal Ilmu Sosial, Politik, Dan Humaniora, 8(1), 340. https://doi.org/10.31604/jim.v8i1.2024.340-348

Puansah, I., Sahbana, A., Zulfiqar, E., Pulungan, D., & Nasution, I. A. (2022). Peranan Badan Permusyawaratan Desa dalam Perencanaan Pembangunan di Desa Sipapaga Kecamatan Panyabungan. Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik Dan Hummanioramaniora, 6(2), 601. https://doi.org/10.31604/jim.v6i2.2022.601-607

Puansah, I., Sukmana, O., & Soedarwo, V. S. D. (2024). Political Dynasties in Village Government and Their Impact on Society and Development. 5(2), 119–136.

Puansah, I., Sukmana, O., Soedarwo, V. S. D., & Malang, U. M. (n.d.). Keadilan Sosial dalam Implementasi Kebijakan Dana Desa. 8(November 2024), 2006–2014.

Puansya, I., Pulungan, D. S., & Harahap, R. H. (2024). Local Government Policy on Handling Stunting in Mandailing Natal Regency. 4(001), 408–415.

Priyayi, U. (t.t.). Pariwisata syariah: Prospek dan perkembangan. Yogyakarta: Unit Penerbit.

Republik Indonesia. (2009). Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

Republik Indonesia. (2014). Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil.

Revida, E., dkk. (2020). Pengantar pariwisata. Medan: Yayasan Kita Menulis.

Sopamena, F., & Joseph, C. (2019). Studi penanggulangan kerusakan daerah pesisir pantai di Negeri Kamal Kecamatan Kairatu Barat Kabupaten Seram Bagian Barat. Jurnal Manumata, 5(1), 28–29.

Utama, G. B. R. (2014). Pengantar industri pariwisata. Denpasar: Deepublish (Universitas Dhyana Pura).

Wahyudi, I. (2022). Pengembangan sarana dan prasarana daya tarik wisata. Diakses dari https://cvinspireconsulting.com/pengembangan-daya-tarik-wisata/sarana-dan-prasarana

Wijianto. (2024). Strategi pengembangan wisata alami dalam era digitalisasi. Edunomika, 8(2), 3.

Downloads

Published

2025-09-30

How to Cite

DEVELOPMENT OF THE PANDARATAN BEACH TOURISM OBJECT IN CENTRAL TAPANULI REGENCY. (2025). Jurnal Public Issues: Jurnal Ilmu Sosial, Humaniora, Politik Dan Kebijkan Publik (JISHPKP) , 2(3), 26-33. https://jurnal.puansahmediagroup.id/index.php/publicissues/article/view/23

Similar Articles

You may also start an advanced similarity search for this article.